https://www.riaulapor.com


  • Copyright © riaulapor.com
    All Right Reserved.
    By : Aditya

    4 Kali Rudapaksa Putri Kandungnya, Apak Rutiang Diamankan Polresta Pekanbaru

    BS (39) diduga Pelaku Persetubuhan Anak, Pekanbaru, Rabu (23/11/2022).

    RiauLapor.com, Pekanbaru - Seorang Bapak BS (39), dilaporkan oleh Istrinya ke Mapolresta Pekanbaru, senin 14/11/2022. Lantaran tega merudapaksa anak perempuannya sendiri 'sebut saja' Mekar (17) saat masih tertidur pulas di kamarnya.

    Atas laporan itu, setelah mendapatkan informasi, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dan Tim Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru menjemput BS setelah diserahkan keluarganya di Polsek Tapung Hulu, Senin (14/11/2022) malam. Ungkap Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Dr Pria Budi SIK MH melalui Kasatreskrim Kompol Andrie Setiawan SIK MH kepada riaulapor.com, Rabu (23/11/2022) di Pekanbaru.

    Ia menyebutkan, terungkapnya kasus pencabulan ini bermula pada hari minggu tanggal 13 November 2022 sekira pukul 06.40 WIB. Saat itu, Pelapor (ibu korban juga Istri pelaku) pergi senam.

    Korban bersama adiknya tidur dikamar, Lalu tiba-tiba datang BS (ayah kandung) mencium leher dan meremas payudara korban, kemudian pelaku membuka paksa celana korban.

    Setelah terbuka, pelaku memaksa melakukan persetubuhan dengan korban. Kemudian, setelah terjadi peristiwa itu, korban memberitahukan kepada ibunya.

    Dan korban juga berterus terang pada ibunya, bahwa kejadian ini sudah dialaminya sebanyak 4 (empat), tak terima dengan peristiwa itu, selanjutnya ibu korban melaporkan suaminya ke Polresta Pekanbaru untuk ditindaklanjuti. Jelas Kompol Andrie.

    Sebelumnya, pelaku sempat melarikan diri dengan naik sepeda motor menuju arah tapung hulu. Kemudian pelapor menelpon saudaranya di Tapung Hulu untuk mencari suaminya 'pelaku'. Setelah dilakukan pencarian, akhirnya pelaku ditemukan dan diantar pihak keluarga ke Polsek Tapung Hulu, Kampar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

    Saat diinterogasi petugas, sebut Kompol Andrie, pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku terobsesi akibat kecanduan dari nonton film porno.

    Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 81 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Tutup Kompol Andrie.