https://www.riaulapor.com


  • Copyright © riaulapor.com
    All Right Reserved.
    By : Aditya

    Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Bengkalis Selamatkan TKW Illegal Anak Dibawah Umur

    Penyerahan PF (Diduga Korban Perdagangan Anak Dibawah Umur) oleh Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Bengkalis ke UPT PPA Kabupaten Bengkalis, Selasa (17/1/2023)

    RiauLapor.com, Bengkalis - Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Bengkalis berhasil selamatkan seorang anak dibawah umur yang diduga direncanakan akan diberangkatkan secara ilegal sebagai TKW ke Malaysia.

    Terungkapnya kasus ini bermula saat anggota Polres Bengkalis mendapat informasi bahwa ada seorang perempuan yang meminta perlindungan dirumah seorang warga di kelurahan Rimbas Sekampung Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis pada hari Senin (16/01/2023), yang diduga akan diberangkatkan ke Negeri Jiran sebagai PMI/TKW melalui jalur illegal.

    Hal ini ungkapkan oleh Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro, SH, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Reza, SIK, MH. Rabu (18/1/2023).

    AKP Muhammad Reza menyebutkan, setelah mendapat informasi tersebut pihaknya langsung menindaklanjuti dengan mendatangi rumah itu untuk menjemput korban yang diketahui inisial PF (17) dirumah itu.

    Saat diinterogasi di Mapolres Bengkalis, PF menunjukkan KTP dengan tahun lahir 2001. Namun, setelah di cek data dukcapil didapatkan fakta bahwa KTP tersebut diduga palsu dengan mengubah tahun lahirnya.

    "Data dukcapil menunjukkan PF lahir pada tahun 2006 (17 tahun) dengan domisili di Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)," ungkap Kasat Reskrim Polres Bengkalis.

    Berdasarkan keterangan PF, Ia dijanjikan akan diberangkatkan dari NTB menuju Saudi Arabia bersama dengan tiga orang temannya sebagai TKW. Sampai di Jakarta, PF diberitahukan oleh orang yang menampung nya inisial DN (DPO) bahwa dirinya tidak jadi diberangkatkan ke Saudi Arabia, namun ke Malaysia melalui jalur laut menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Selat Baru yang selanjutnya dijanjikan akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga disana.

    Sesampainya di Bengkalis, PF merasa curiga saat melihat pasport yang diberikan kepadanya yakni pasport wisata bukan seharusnya mendapatkan pasport PMI. Saat itu, PF merasa akan diberangkatkan secara tidak resmi dan akhirnya melarikan diri. Sementara itu, tiga temannya yang bersama-sama berangkat dari Dompu, NTB telah pergi ke Malaysia bersama DN yg selama ini mengurus keberangkatan mereka.

    Karena usia yang masih dibawah umur, Sat Reskrim Polres Bengkalis yang menangani kasus dugaan Human Trafficking ini segera berkoordinasi dengan UPT PPA Kab. Bengkalis. Hasil koordinasi, keluarga PF di Dompu NTB telah dihubungi. PF telah diserahkan pada hari Selasa (17/01/2023) di UPT PPA Kab. Bengkalis yang selanjutnya akan segera dipulangkan menuju Dompu, NTB untuk dikembalikan kepada keluarganya.

    Kasus ini sedang dalam penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Bengkalis guna mengungkap jaringan tindak pidana perdagangan orang di wilayah Kabupaten Bengkalis.

    "Alhamdulillah, untuk saudari PF berhasil kita selamatkan sebelum diselundupkan ke luar negeri sebagai PMI/TKW dan sudah diserahkan ke UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bengkalis. Kami akan lakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini," tegas AKP Reza.