https://www.riaulapor.com


  • Copyright © riaulapor.com
    All Right Reserved.
    By : Aditya

    Banyak Masyarakat Terjerat Pinjaman Online 'Pinjol', Simak Imbauan Tegas OJK

    Dokumentasi Istimewa

    RiauLapor.com, Pekanbaru - Tingkat literasi atau kemampuan individu dalam mengolah informasi dan  pemahaman untuk kecakapan hidup masyarakat dinilai masih rendah, khususnya terkait Pinjaman Online (Pinjol) masih sangat rendah.

    Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa masih banyaknya orang terjerat utang Pinjol dan kesulitan untuk melunasi utangnya. Kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau M Lutfi, Rabu (24/1/2023).

    "Rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap Pinjol perlu jadi perhatian khusus oleh semua pihak. Jika tidak, maka kita akan sering mendengar ada masyarakat terlilit utang dan tidak bisa membayar,” katanya.

    Pada dasarnya, tidak ada salahnya jika masyarakat melakukan akses ke pinjaman secara online. Namun dengan catatan Pinjol yang diakses adalah legal. “Dengan catatan bukan untuk konsumsi, dan harus komitmen untuk mengembalikan tepat waktu,” tuturnya.

    Lutfi juga menyebut, jika pinjaman khususnya Pinjol, digunakan untuk kebutuhan konsumsi makan dipastikan akan jadi bumerang bagi diri dan keluarga.

    Hal tersebut, karena beban bunga pinjaman yang harus dikembalikan sangat besar dan jika jatuh tempo maka kelipatan bunganya kian mencekik. “Bunganya akan terus menggulung. Jika memang harus mengakses Pinjol, pastikan bukan untuk konsumsi dan komit untuk bayar tepat waktu,” sambungnya.

    Dijelaskan, pada prinsipnya ada ikatan hukum perdata saat seseorang mengakses Pinjol karena ada kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak.

    Hadirnya lembaga yang menyediakan jasa pinjaman uang merupakan asas manfaat yang bisa didapatkan masyarakat dengan syarat dan ketentuan yang mudah.

    Namun di sisi lain, ketika kesepakatan sudah disepakati maka ada konsekuensi yang jadi jaminan. Jika pola ini dapat dipahami dan di siasati, maka tak ada persoalan dengan akses pinjaman ke Pinjol, selama Pinjol tersebut termasuk kategori legal.

    Sebab, mereka diikat oleh aturan kuat yang mana bunga yang dibebankan kepada peminjam tidak boleh melebihi batas pinjaman pokok.

    “Jadi kunci yang paling penting, jangan gunakan pinjol untuk kebutuhan konsumsi, komit membayar utang tepat waktu, dan ukur kemampuan kita untuk mengembalikan. Kalau ketiga hal ini terpenuhi, insya Allah aman,” ungkapnya, MR/mlb).