https://www.riaulapor.com


  • Copyright © riaulapor.com
    All Right Reserved.
    By : Aditya

    Buron Sebulan Usai Tikam Teman, Bagas Diciduk Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru di Makasar

    Dokumentasi Istimewa - Polresta Pekanbaru

    Pekanbaru, RiauLapor.com - Sempat melarikan diri selama sebulan usai berduel dengan rekannya. kini, berakhir sudah upaya persembunyian RH alias Bagas (19), usai ditangkap Sat Reskrim Polresta Pekanbaru pada Kamis, (14/9/2023) di salah satu Kos-kosan di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Pabaeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

    Usai kejadian, diketahui, Bagas berduel dengan Ahmad Saputra Nasution (23) yang tak lain adalah temannya sendiri. Usai kejadian tersebut, korban mengalami luka tikam berlumuran darah hingga berujung meninggal dunia.

    Dimana aksi penikaman tersebut terjadi saat keduanya berduel di Jalan Arifin Ahmad, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, pada Minggu (13/08/2023) malam lalu, sekitar pukul 23.00 Wib, lantaran memperebutkan seorang wanita.

    Hal tersebut disampaikan Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian melalui Kasat Reskrim, Kompol Berry Juana Putra kepada wartawan, Senin (18/9/2023). Ia mengatakan, pelaku berhasil diamankan petugas saat berada di salah satu Kos-kosan di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Pabaeng-Baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Kamis (14/9/2023).

    "Setelah buron selama 1 bulan lebih, pelaku akhirnya berhasil kita amankan di Kota Makasar, Sulsel," kata Kompol Berry kepada wartawan, Senin (18/9/2023).

    Kasat menambahkan, penangkapan tersebut bermula saat Tim Gabungan Resmob Jembalang Sat Reskrim Polresta, mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada di Kota Makasar.

    "Usai menerima informasi tersebut, Tim gabungan di backup Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan langsung menuju ke TKP dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawan. Selanjutnya diduga pelaku dibawa ke Polresta Pekanbaru untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," kata Kasat Reskrim.

    Saat ini, tambah Kasat, pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru guna menjalani proses hukum selanjutnya.

    "Akibat perbuatannya pelaku kita jerat dengan Pasal 338 atau 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara selama 20 tahun," kata Kasat.

    Kasat menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat korban cekcok dengan pelaku lantaran memperebutkan seorang wanita.

    Tidak puas dengan cekcok, keduanya janjian untuk duel di Jalan Arifin Ahcmad, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai.

    "Pelaku dan korban bersepakat ingin menyelesaikan permasalahan dengan cara berkelahi atau duel," lanjut Berry.

    Setelah kejadian itu, seorang saksi wanita diduga sebagai penyebab perkelahian antara korban dan pelaku, melihat korban sudah tergeletak dalam keadaan berlumuran darah.

    "Saat itu korban ditemukan oleh saksi sudah mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri," ungkapnya.

    Selanjutnya korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Syafira. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia.

     

    Berita sebelumnya, Seorang Pria bernama ASN (23), tewas usai ditikam saat berduel bersama temannya lantaran memperebutkan wanita.

    Peristiwa itu terjadi di Jalan Arifin Ahcmad, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

    Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian saat dikonfirmasi wartawan melalui Kasatreskrim, Kompol Berry Juana Putra mengatakan, saat ini pihaknya dalam proses penangkapan pelaku.

    "Benar kejadian tersebut, terjadi pada minggu lalu. Kami sedang mengupayakan untuk melakukan penangkapan pelaku,” kata Kompol Berry.