https://www.riaulapor.com


  • Copyright © riaulapor.com
    All Right Reserved.
    By : Aditya

    Polresta Pekanbaru Tangkap Tiga Maling Spesialis Toko Ritel Lintas Provinsi di Pintu TOL Permai

    Tim Resmob Jembalang Polresta Pekanbaru saat menangkap tiga tersangka didepan pintu keluar TOL Permai Pekanbaru, Selasa (7/11/2023) - Dokumentasi Istimewa

    Pekanbaru, RiauLapor.com - Jatanras Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil meringkus tiga orang tersangka pencurian dan pemberatan (Curat) spesialis toko ritel Indomaret dan Alfamart antar lintas Provinsi, Selasa (07/11/2023) malam kemaren, sekitar pukul 19.00 Wib, di pintu keluar Tol Permai Pekanbaru.

    Adapun para tersangka yang diamankan pihak Polresta Pekanbaru yakni Supriyadi, Ripsu dan Depi, sementara dua orang tersangka lainnya yakni Darmawi dan Daud masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Penangkapan tiga tersangka tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra saat dikonfirmasi wartawan melalui Kanit Jatanras, IPTU Nicho Try Hardianto, Kamis (9/11/2023).

    Ia mengatakan, para pelaku ini sebelumnya berhasil membongkar 2 toko ritel yaitu toko Alfamart Jalan Rajawali Sakti dan toko Indomaret Jalan Soekarno Hatta.

    "Pelaku sebelumnya berhasil membongkar 2 toko ritel di Kota Pekanbaru, pada Sabtu (29/07/2023) serta Kamis (23/08/2023) lalu," kata IPTU Nicho, Kamis (09/11/2023).

    Selanjutnya IPTU Nicho mengatakan, ternyata para pelaku ini tidak hanya beraksi di Pekanbaru saja, Namun mereka juga melakukan aksi yang sama di Sumatera Utara.

    "Jadi dua toko ritel tersebut dalam keadaan tutup, terus mereka bongkar dan kerugiannya mencapai Rp20 juta lebih," ungkap IPTU Nicho.

    "Mereka ditangkap di Tol Pekanbaru Dumai, yang dimana sebelumnya mereka baru siap beraksi dari Medan dan hendak melintas ke Pekanbaru. Para tersangka ini asal Sumatera Selatan," kata Kanit Jatanras.

     

    Saat ini, para pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru guna menjalani proses hukum selanjutnya.

    "Atas perbuatannya para pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," tutupnya.***