https://www.riaulapor.com


  • Copyright © riaulapor.com
    All Right Reserved.
    By : Aditya

    Pembebasan Lahan TOL Pekanbaru, Ratusan Pemilik Merasa 'Diolok-olok' Tim P2T

    Dokumentasi Istimewa

    Pekanbaru, RiauLapor.com - Puluhan warga Kecamatan Rumbai, perwakilan 924 KK pemilik lahan terdampak pembangunan TOL Pekanbaru menggeruduk kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) kota Pekanbaru, yang berada di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru, Riau, Senin (20/11/23) siang, untuk pertanyakan proses pencairan ganti rugi yang telah dijanjikan.

    Para warga merasa 'diolok-olok' oleh tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T), yang diketahui diketuai oleh BPN Pekanbaru. Sebab, sampai saat ini janji Tim P2T untuk segera membayarkan ganti rugi belum terealisasi.

    Warga Palas, AR Sitepu, mengatakan "dalam rapat itu, tim berjanji akan membayar lunas setelah 3 minggu usai tanda tangan pada tanggal 23 Agustus 2023 lalu dikantor camat Rumbai". ujarnya.

    Selanjutnya Ia mengatakan, "Prihal kedatangan warga ke kantor BPN Kota Pekanbaru hari ini, Senin (20/11/2023), untuk menagih janji pertemuan tanggal 23 agustus 2023 tersebut. Saat pertemuan, masyarakat berkumpul dikantor Camat Rumbai, semua dibagi amplop berisi harga tanah, tanaman dan bangunan. Walau sebenarnya harga tidak sesuai dengan yang diharapkan, namun kami menandatangani, karena mereka berjanjinya proses pencarian hanya 3 minggu lunas," kata warga Palas, AR Sitepu, Senin (20/11/23) kepada media.

    Janji itu disepakati warga sesuai Pidato Bu Eva M Tambunan, dari Kementerian PUPR, yang menjanjikan harga ganti rugi tanah, tanaman dan bangunan akan dibayarkan dalam 3 minggu.

    "Padahal saat pertemuan itu, untuk memastikan janji bu Eva itu, kami sudah menyatakan kalau warga setuju jika akan dibayar secepatnya. Kemudian, bu Eva dari kementerian PUPR ini menjawab 'oke'. Tapi beri kesempatan 15 menit tim P2T untuk rapat dulu," Kata Sitepu.

    Selanjutnya dijelaskan Sitepu, usai menunggu tim P2T rapat selama 15 menit, maka setujulah warga menerima ganti rugi dengan harga yang telah ditetapkan tim dengan catatan akan dibayar paling lama 3 minggu sejak  23 Agustus 2023 tersebut.

    "Mengapa sampai sekarang (20/11/23) hanya baru 10 KK yang dibayar. 124 orang dari kelurahan Palas lainya bagaimana?," tanya Sitepu.

    Anehnya lagi ketika di kantor BPN Kota Pekanbaru, "kami pertanyakan 'apa masalahnya ganti rugi belum dibayar', malah oknum kantor BPN  tidak bisa menjawab".

    "Yang lebih menyakitkan lagi orang BPN menjawab 'yang berjanji bukan BPN tapi ibuk Eva', sementara dia (BPN) adalah ketua P2T. Bukankan ini terkesan membuang badan alias lempar tanggung jawab," katanya.

     

    Bahkan kata Sitepu, mereka disuruh oknum BPN untuk datang kekantor buk Eva yaitu Kementerian PUPR untuk menagih janjinya. "Ongkos dari mana kesana (Jakarta)," kata Sitepu.

    Ditanya jumlah ganti rugi Sitepu menjawab, "harga tanah tak sama, tergantung surat dan lokasi. Sementara ganti rugi tanaman tergantung umur dan bangunan tergantung speak bangunannya. Kami dari masyarakat penunggu janjinya tim P2T," jawab Sitepu.

    Kemudian ulas Sitepu, "Kami dipaksa menandatangani dengan janji 3 minggu. Kalau tidak dijanjikan 3 minggu maka kami tak akan setuju," katanya.

    Pungkas Sitepu, "ganti rugi cepat yang dijanjikan P2T itu adalah kelurahan Palas. Janji dalam pembayaran ada masa tunggu, kalau dilihat masa tunggu tersebut, itu sampai bulan Juli 2023. Kalau lewat tanggal itu artinya tanaman tambah dan umur tanaman tentunya bertambah pula".

    "Maka biaya perawatan maupun pupuk dipastikan bertambah pula," pungkasnya.

    Terkait hal itu, tim Jurnalis Metro Group masih mencari dan mencoba menghubungi  Eva Monalisda Tambunan, Namun belum mendapatkan jawaban.