https://www.riaulapor.com


  • Copyright © riaulapor.com
    All Right Reserved.
    By : Aditya

    Dugaan SPPD Fiktif di Lingkungan DPRD Riau, Polda Telah Periksa Puluhan Saksi

    Dokumentasi Istimewa

    Pekanbaru, RiauLapor.com -- Penyidik Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau hingga hari ini sudah melakukan pemeriksaan lebih kurang 30 orang saksi dalam kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD (Setwan) Riau.

    "Itu masih proses penyelidikan. Artinya itu sedang minta serangkaian ketika dia (Muflihun) saat itu menjabat Setwan DPRD Riau dari tahun 2020 hingga 2021. Karena sudah kurang lebih 30 orang yang sudah diperiksa terhadap pegawai disana yang bertanggungjawab tentang setiap kegiatan di Setwan tersebut," kata Dirreskrimsus Polda Riau, Kombes Nasriadi, Senin (1/7/2024).

    Untuk kerugian negaranya, kata Nasriadi, pihaknya masih berkoordinasi dengan BPKP untuk mengetahui kerugian negara ketika nantinya perkara akan naik sidik.

    "Tetap kita sudah tahu dari keterangan-keterangan mereka ada beberapa yang memang perjalanan dinas lainnya yang fiktif. Contohnya pada Covid tahun 2020 itu seharusnya tidak ada pesawat yang terbang karena bandara tutup. Tetapi ada tiket pesawat, ada perjalanan dinas yang dibuat pada saat itu," ungkap Nasriadi.

    Lanjut Nasriadi pihaknya sudah melakukan upaya konfirmasi kepada maskapai penerbangan. "Kita sudah melakukan upaya konfirmasi kepada maskapai penerbangan bahwasanya itu fiktif dan tidak teregister pada sistem mereka. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," terangnya.

    Apabila tahapan penyelidikan sudah semua, tentunya penyidik akan menentukan perkara tersebut akan naik status atau tidak.

    "Apabila dari tahapan penyelidikan sudah semua, kita akan gelar perkara apakah ini ada tindak pidana atau kita naikan ke proses penyidikan," tegas Kombes Nasriadi.

    Saat ditanya Terkait kedatangan Muflihun dalam proses pemanggilan penyidik hari ini, Senin (1/7/2024), Nasriadi menjelaskan pihaknya masih terfokus pada acara Hari Bhayangkara Ke-78.

    "Katanya hari ini terkonfirmasi hadir. Kemungkinan nanti akan kita lihat dalam keadaan statist. Kalau seandainya tidak datang tidak masalah karena tidak memberhentikan proses perbaikannya. Ketika nanti prosesnya penyidikan penyidikan berlanjut, dia tidak datang kita akan mengupayakan penjemputan," tandas Kombes Nasriadi.***